
Sejarah Singkat Masjid Jami’ Darul Hikmah Kalisabuk
Masjid Jami’ Darul Hikmah Kalisabuk adalah salah satu masjid tertua dan paling berpengaruh di wilayah Kecamatan Kesugihan. Didirikan pada tahun 1923, masjid ini telah menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat Islam di Desa Kalisabuk.
Sosok pendirinya adalah Kyai Ahmad Yunus, seorang ulama kharismatik yang pertama kali memimpin masjid dan menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Di bawah bimbingannya, masjid menjadi tempat belajar, beribadah, dan bersilaturahmi.
Pada tahun 1929, beliau menyerahkan kepemimpinan kepada putranya, Kyai Ahmad, yang dikenal sederhana, lugas, dan sangat dekat dengan masyarakat. Kepemimpinan beliau yang penuh kedisiplinan dan kesabaran menjadikan masjid ini terus hidup dan berkembang.
Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Kyai Khafadzoh, putra Kyai Ahmad, yang meneruskan perjuangan dengan semangat dan keteladanan yang sama. Setelah itu, estafet diteruskan oleh Kyai Khafidz, yang terus menjaga nilai-nilai keislaman dan menjadikan masjid sebagai tempat pembinaan generasi muda.
Kini, Masjid Jami’ Darul Hikmah Kalisabuk dipimpin oleh Bapak Kyai Moh. Sugeng Ma’rifat, M.Pd, yang mengembangkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan umat, pendidikan, dan kegiatan sosial keagamaan. Di bawah kepemimpinan beliau, masjid terus berkembang secara spiritual maupun kelembagaan.
Kegiatan Rutin Keagamaan
Masjid Jami’ Darul Hikmah dikenal dengan kegiatan keagamaannya yang aktif dan konsisten, antara lain:
Harian
Mingguan
Bulanan dan Tahunan
Masjid Jami’ Darul Hikmah Kalisabuk bukan sekadar tempat sujud, tetapi jantung spiritual masyarakat yang terus berdetak dengan aktivitas dakwah, pendidikan, dan sosial. Warisan perjuangan para kyai terdahulu kini diteruskan dengan semangat zaman oleh generasi penerus, menjadikan masjid ini cahaya peradaban Islam di tengah masyarakat.
| Luas Area | - m2 |
| Luas Bangunan | - m2 |
| Status Lokasi | Wakaf |
| Tahun Berdiri | 1923 |